
Setelah sukses besar dengan Into the Dead dan Into the Dead 2, kini developer PikPok kembali meluncurkan seri terbarunya bertajuk “Into the Dead: Underground”. Dirilis secara global untuk platform Android, game ini langsung mencuri perhatian berkat peningkatan besar di sisi visual, gameplay, dan sistem progresi. Masih mempertahankan nuansa horor-survival yang intens, seri terbaru ini membawa pemain ke dunia zombie yang lebih gelap, lebih dalam, dan lebih berbahaya dari sebelumnya.
Dengan konsep FPS on-rails shooter dan elemen roguelite, Into the Dead: Underground memberikan sensasi ketegangan tiada henti yang menguji refleks, strategi, dan keberanianmu melintasi lorong bawah tanah yang dipenuhi gerombolan undead.
Cerita: Melawan Maut di Dunia Bawah Tanah
Dalam Into the Dead: Underground, pemain berperan sebagai seorang tentara bayaran yang ditugaskan menyusup ke sistem terowongan rahasia bawah tanah yang penuh misteri. Misi utama adalah menyelamatkan orang-orang yang selamat, mengungkap rahasia eksperimen zombie, dan tentu saja bertahan hidup sejauh mungkin.
Tidak seperti game pendahulunya yang berlatar di padang terbuka atau kota terbengkalai, kali ini atmosfernya jauh lebih claustrophobic. Pemain harus melewati koridor sempit, ruang laboratorium terbengkalai, dan zona terisolasi, semuanya penuh jebakan dan makhluk mengerikan.
Fitur Unggulan Into the Dead: Underground
1. On-Rails FPS Shooter dengan Elemen Roguelite
Gameplay Into the Dead: Underground masih mengusung konsep on-rails shooter, di mana karakter bergerak otomatis dan pemain mengatur arah tembakan, reload, serta pemilihan senjata. Namun kini ditambah dengan elemen roguelite, di mana tiap percobaan akan menghadirkan jalur, musuh, dan tantangan berbeda.
Setiap kali mati, pemain akan memulai ulang tetapi membawa sebagian upgrade, membuat progres terasa menantang namun tidak sia-sia.
2. Variasi Senjata dan Loadout
Game ini menghadirkan berbagai jenis senjata modern seperti:
- Shotgun
- Rifle
- SMG
- Senapan sniper
- Senjata eksperimental seperti flamethrower dan EMP gun
Setiap senjata memiliki kekuatan dan kelemahan berbeda, dan bisa di-upgrade dengan blueprint dan resource yang ditemukan selama permainan.
3. Musuh Beragam dan Menakutkan
Tidak hanya zombie biasa, Underground memperkenalkan varian musuh baru seperti:
- Crawler: zombie yang merayap dan sulit terlihat
- Spitter: zombie yang bisa menyemburkan cairan asam
- Brute: zombie raksasa bersenjata
- Mutant experimental: musuh boss dengan pola serangan unik
Setiap jenis musuh menuntut strategi penanganan yang berbeda, dan kamu harus cepat menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.
4. Upgrade Skill dan Perk
Selain senjata, pemain juga dapat membuka dan mengatur skill pasif atau perk yang memengaruhi performa di lapangan, seperti:
- Reload lebih cepat
- Damage headshot meningkat
- Tambahan health saat melewati checkpoint
- Radar deteksi zombie
Pemilihan skill yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan misi.
5. Mode Cerita dan Mode Endless
Game ini memiliki dua mode utama:
- Story Campaign: mengikuti alur cerita yang terbagi dalam beberapa chapter
- Endless Run: mode survival tanpa akhir untuk menguji seberapa jauh kamu bisa bertahan
Keduanya menawarkan tantangan berbeda dan memberikan reward harian serta mingguan.
Visual dan Atmosfer
Into the Dead: Underground tampil lebih gelap dan menyeramkan dibanding pendahulunya. Visual efek pencahayaan, tekstur zombie, serta desain lingkungan yang penuh darah dan bayangan menambah nuansa horor sinematik yang imersif.
Musik latar dan suara ambient seperti jeritan, langkah kaki zombie, dan desingan peluru juga ditangani dengan baik, menciptakan pengalaman bermain yang benar-benar mencekam, terutama jika dimainkan dengan earphone.
Sistem Monetisasi: Free to Play, tapi Fair?
Sebagai game gratis dimainkan, Into the Dead: Underground memang menyertakan opsi in-app purchases, seperti:
- Pembelian senjata premium
- Unlock chapter lebih cepat
- Paket upgrade material
Namun, semua konten bisa diakses secara grind dengan bermain rutin, dan sistem monetisasinya tidak mengganggu alur cerita atau progresi utama poin plus bagi pemain yang tidak ingin mengeluarkan uang.
Respon Komunitas
Game ini telah mendapat rating tinggi di Google Play Store sejak dirilis, dengan pujian dari pemain atas:
- Visual memukau dan atmosfer horor intens
- Gameplay cepat dan menegangkan
- Sistem roguelite yang membuat replayability tinggi
Beberapa catatan minor juga muncul, seperti:
- Ukuran file yang cukup besar
- Beberapa bug navigasi di versi awal
Namun, developer PikPok dikenal responsif dalam memberikan update berkala dan peningkatan performa.
Into the Dead: Underground membuktikan bahwa genre zombie shooter masih bisa berkembang dengan pendekatan baru. Dengan atmosfer yang intens, gameplay adiktif, dan sentuhan roguelite yang segar, game ini menjadi salah satu rilisan terbaik tahun ini untuk penggemar zombie survival di Android.
Jika kamu mencari game yang menantang adrenalin dan refleks, Into the Dead: Underground layak menjadi bagian koleksi game Android-mu.