
PLANETGAMES. Tanggal 8 Agustus 2025 menjadi hari yang berat bagi para penggemar Uma Musume Pretty Derby, baik di Jepang maupun di berbagai belahan dunia. Kabar meninggalnya Grass Wonder, salah satu kuda pacu legendaris yang menjadi inspirasi karakter di game dan anime tersebut, meninggalkan duka mendalam. Bagi sebagian penggemar, Grass Wonder bukan sekadar sosok dalam dunia pacuan kuda, melainkan ikon yang menyimpan banyak kenangan dan kisah inspiratif.
Kabar ini tidak hanya membuat komunitas fandom berduka, tetapi juga memicu gelombang penghormatan dari berbagai kalangan, termasuk para pengisi suara (seiyuu) karakter Uma Musume. Salah satu bentuk penghormatan yang paling mencuri perhatian datang dari komunitas penggemar di Filipina, yang memilih cara unik untuk mengenang sang legenda: membuat ilustrasi pixel art raksasa di platform Wplace.
Sosok Grass Wonder, Dari Lintasan Pacuan ke Dunia Virtual
Bagi pecinta pacuan kuda di Jepang, nama Grass Wonder sudah sangat dikenal. Ia dikenal karena penampilannya yang konsisten dan gaya berlari yang penuh tenaga. Prestasi yang diraihnya di lintasan menjadi inspirasi bagi Cygames, developer Uma Musume Pretty Derby, untuk menghidupkan Grass Wonder sebagai karakter cantik dengan ciri khas rambut panjang dan sifat lembut.
Dalam game dan anime, Grass Wonder digambarkan sebagai karakter elegan dengan kepribadian yang tenang namun kompetitif. Ia menjadi favorit banyak pemain karena desainnya yang menawan, suara yang khas, dan latar cerita yang terinspirasi dari kehidupan nyata sang kuda pacu. Oleh karena itu, wajar jika kabar kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan yang besar bagi komunitas.
Wplace, Kanvas Digital untuk Mengenang
Untuk mengenang Grass Wonder, komunitas penggemar di Filipina memanfaatkan Wplace, sebuah platform kolaboratif yang memungkinkan banyak orang menggambar bersama di satu kanvas digital. Sistemnya mirip dengan mural online, setiap pengguna dapat menempatkan pixel berwarna di lokasi tertentu, dan hasilnya akan membentuk gambar besar jika dikerjakan bersama.
Proses penghormatan ini dimulai dengan sebuah gambar dasar yang dihasilkan oleh AI. Gambar tersebut kemudian diolah secara manual, pixel demi pixel, oleh para anggota komunitas hingga menjadi karya pixel art berukuran lebih dari seribu pixel. Di bagian bawah karya itu, tertulis pesan sederhana namun penuh makna, “Farewell, Grass Wonder”.
Lokasi Karya dan Detail Unik
Ilustrasi tersebut ditempatkan di region Dolores, Quezon, Filipina. Pemilihan lokasi ini tidak semata-mata acak, melainkan hasil koordinasi komunitas agar karya mereka dapat terlihat dengan jelas di peta kanvas Wplace. Menurut beberapa anggota, pemilihan wilayah tersebut juga dimaksudkan agar karya bisa bertahan lebih lama tanpa terganggu oleh gambar lain.
Yang membuatnya spesial adalah kombinasi antara teknologi dan sentuhan manusia. Meski memanfaatkan AI sebagai pondasi, penggemar menambahkan detail manual yang memberikan nuansa emosional lebih kuat. Proses pengerjaan memakan waktu berjam-jam, bahkan ada yang ikut membantu hingga larut malam demi memastikan setiap pixel berada pada tempat yang tepat.
Reaksi Komunitas Dari Haru hingga Air Mata
Begitu karya ini selesai dan tersebar di media sosial, tanggapan dari komunitas Uma Musume langsung membanjir. Banyak yang merasa terharu dan mengapresiasi upaya tersebut. Komentar yang muncul menggambarkan betapa dalamnya ikatan antara penggemar dan sosok Grass Wonder:
- “Ini luar biasa.”
- “Benar-benar indah, saya tidak bisa berhenti menatapnya.”
- “This is so peak.”
- “Bahkan pria dewasa pun bisa menangis melihat ini.”
- “Hari ini adalah hari yang buruk untuk hujan.”
Bagi sebagian orang, mungkin pixel art hanyalah kumpulan titik berwarna di layar. Namun bagi komunitas Uma Musume, itu adalah bentuk cinta dan penghargaan yang tulus.
Arti Pentingnya Sebuah Penghormatan Digital
Karya seperti ini membuktikan bahwa dunia digital mampu menjadi media untuk mengekspresikan rasa kehilangan dan penghormatan, sama kuatnya dengan bentuk memorial fisik. Wplace, yang awalnya hanya digunakan untuk seru-seruan membuat gambar acak atau meme, kali ini menjadi ruang peringatan yang menyatukan banyak orang.
Penggunaan teknologi AI dalam proses pembuatan juga menambah dimensi baru. Meski ada yang skeptis terhadap seni berbasis AI, kasus ini menunjukkan bahwa AI bisa menjadi alat bantu yang efektif jika digabungkan dengan sentuhan kreatif manusia.
Grass Wonder dalam Kenangan
Kepergian Grass Wonder memang meninggalkan luka, tetapi karya-karya seperti ini membantu memastikan bahwa kenangan tentangnya akan terus hidup. Baik di lintasan pacuan kuda, layar anime, maupun di kanvas digital Wplace, sosoknya akan selalu dikenang.
Komunitas Uma Musume sekali lagi menunjukkan bahwa ikatan antara penggemar dan idolanya tidak terbatas oleh jarak, waktu, atau bahkan perbedaan bahasa. Rasa kehilangan bisa menyatukan orang-orang dari berbagai belahan dunia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Kesimpulan
Penghormatan pixel art untuk Grass Wonder di Wplace bukan hanya karya seni digital biasa, melainkan simbol rasa cinta dan apresiasi dari para penggemarnya. Ini adalah bukti nyata bahwa dalam dunia modern, kenangan bisa diabadikan melalui berbagai bentuk, termasuk teknologi. Dan untuk Grass Wonder, sang legenda pacuan kuda sekaligus karakter tercinta di Uma Musume Pretty Derby, karya ini adalah salam perpisahan yang akan selalu dikenang.