
PLANETGAMES. Bayangkan kamu sedang menyelam sendirian di kedalaman laut yang gelap, sunyi, dan tampaknya aman hingga tiba-tiba, dari balik kabut air asin yang kelam, muncul sosok raksasa dengan tubuh seperti cumi-cumi bercahaya dan tentakel yang bergerak liar. Detak jantungmu meningkat, oksigen di helm terasa semakin menipis, dan suara di sekitarmu teredam oleh suara lembut namun mengancam dari makhluk itu. Inilah Collector, Leviathan baru dalam game Subnautica 2, yang dengan jelas terinspirasi oleh makhluk mitologis menyeramkan dari dunia Lovecraft Cthulhu.
Makhluk ini bukan hanya sekadar tambahan musuh untuk ditaklukkan atau dihindari. Ia merupakan perwujudan dari rasa takut bawah sadar manusia terhadap kedalaman laut yang belum terjamah—dan juga simbol ambisi tim pengembang Unknown Worlds Entertainment dalam mendorong batas atmosfer horor di dunia game bawah laut.
Leviathan Baru, Inspirasi Lama, Ketika Cthulhu Menyapa Lautan Subnautica
Dalam wawancara bersama media, Cory Strader, selaku Art Director dari Unknown Worlds, mengungkapkan bahwa Collector dirancang bukan hanya untuk menambah kesan “seram”, tetapi juga menghadirkan elemen eksplorasi yang lebih menegangkan dan tak terduga.
Desain makhluk ini menyimpang dari bentuk Leviathan yang selama ini kita kenal. Ia lebih menyerupai makhluk mitologis yang keluar dari novel horor laut klasik sebuah penghormatan yang jelas terhadap Cthulhu karya H.P. Lovecraft. Dengan tubuh yang menyerupai cumi-cumi besar, lengkap dengan empat tentakel panjang, tubuh tengahnya bahkan terbelah dan mengeluarkan cahaya samar sebuah trik visual untuk meningkatkan ketegangan saat pemain tiba-tiba melihat sinar di kejauhan.
Strader menyatakan bahwa pendekatan ini diambil agar makhluk tidak langsung “nampak penuh”, tapi memberi petunjuk samar tentang kehadirannya. Tujuannya sederhana: menciptakan rasa tidak nyaman secara psikologis, bahkan sebelum makhluk itu menyerang.
Collector, Tidak Hanya Menyeramkan, Tapi Juga Dinamis
Yang membuat Collector semakin menarik adalah bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan dan pemain. Berbeda dengan sebagian besar makhluk di game sebelumnya yang memiliki pola gerakan atau agresi tetap, Collector memiliki kepribadian yang lebih kompleks.
Makhluk ini dikenal cepat marah terhadap hal-hal yang dianggap asing olehnya. Entah itu kehadiran pemain, suara mesin, atau pergerakan tiba-tiba semuanya bisa memicu reaksi agresif. Namun, menariknya, Collector juga bisa dialihkan perhatiannya. Misalnya dengan menyalakan flare atau menggunakan makhluk laut kecil lain sebagai umpan, pemain punya kesempatan untuk kabur atau menyelinap melewatinya.
Pendekatan seperti ini membuka banyak strategi baru. Pemain tak hanya dituntut untuk sigap dan cekatan, tetapi juga cerdas dalam membaca situasi. Rasa takut yang muncul bukan hanya dari penampilan Leviathan, tetapi dari ketidakpastian: apakah ia akan menyerang atau membiarkanmu lewat?
Stimulus System Evolusi Interaksi Dunia Laut Subnautica
Salah satu inovasi terbesar dalam Subnautica 2 adalah sistem baru yang disebut “stimulus system”. Teknologi ini dirancang untuk membuat makhluk-makhluk dalam game bisa bereaksi secara dinamis terhadap lingkungan dan tindakan pemain.
Alih-alih sekadar bereaksi terhadap jarak atau garis pandang seperti AI biasa, makhluk seperti Collector kini bisa merespons suara, cahaya, dan bahkan perubahan di ekosistem sekitarnya. Hal ini membuat setiap pertemuan dengan Leviathan tidak bisa ditebak. Di satu kesempatan, ia bisa menyerangmu habis-habisan. Di lain waktu, ia hanya berenang mengelilingimu, seolah mengamati.
Tim pengembang tetap menggunakan kerangka AI klasik, yakni behavior tree, sebagai fondasi pengambilan keputusan makhluk. Namun, stimulus system memperkaya kompleksitas tersebut sehingga setiap makhluk, terutama Leviathan seperti Collector, terasa lebih hidup dan tak terduga.
Teknologi di Balik Kengerian Unreal Engine 5 dan Detail yang Mempesona
Untuk mewujudkan semua elemen atmosferik dan visual yang menegangkan itu, Subnautica 2 dibangun menggunakan Unreal Engine 5.5.4. Ini memungkinkan efek pencahayaan bawah air, tekstur makhluk, serta efek kabut dan partikel tampil lebih realistis dan menyeramkan.
Meskipun informasi detail mengenai alat pengembangan internal belum dibocorkan sepenuhnya, fakta bahwa engine ini digunakan sudah cukup menjadi indikasi bahwa game ini akan menjadi salah satu yang paling ambisius secara teknis dari seri Subnautica.
Collector Bukan Sekadar Ancaman, Tapi Pusat Atmosfer Baru
Collector bukan sekadar musuh baru dalam daftar Leviathan. Ia adalah ikon dari transformasi Subnautica 2, dari game survival bawah laut yang penuh eksplorasi, menjadi pengalaman yang juga menyentuh unsur psikologis pemain. Dengan penampilan yang memukau sekaligus menyeramkan, perilaku yang tidak bisa ditebak, serta teknologi baru yang menyokong semua interaksi, Collector membawa level baru dalam hal desain musuh dalam video game.
Dan yang paling penting: kehadirannya membuat kita, para pemain, kembali takut menyelam dengan cara terbaik.