
PLANETGAMES. Dunia game kembali digemparkan dengan hadirnya Ghost of Yotei, proyek terbaru dari Sucker Punch Productions yang melanjutkan kesuksesan Ghost of Tsushima. Namun, kali ini mereka menghadirkan sesuatu yang berbeda lebih berani, lebih emosional, dan lebih dalam secara budaya. Dari pilihan protagonis perempuan, riset budaya yang intens, hingga latar cerita yang gelap, Ghost of Yotei tampaknya siap mengukir kisah baru yang tak kalah ikonik.
Riset Budaya yang Serius, Bukan Sekadar Formalitas
Satu hal yang patut diacungi jempol adalah bagaimana tim developer benar-benar memperhatikan detail budaya Jepang. Nate Fox, sang director, menjelaskan bahwa timnya tak hanya mengandalkan referensi buku atau gambar semata, tetapi langsung terjun ke Jepang. Mereka mengunjungi lokasi bersejarah, berdiskusi dengan para ahli, hingga menyerap suasana tempat-tempat ikonik yang kemudian menjadi inspirasi dalam desain dunia game.
Hal ini dilakukan agar pengalaman yang dirasakan pemain tidak hanya sekadar bermain game, tetapi seolah benar-benar “menghuni” ruang budaya Jepang. Lanskap seperti Hokkaido, nuansa kehidupan masyarakat Ainu, hingga mitologi lokal menjadi fondasi penting dalam membangun atmosfer permainan.
Pendekatan ini membuktikan bahwa Ghost of Yotei bukan hanya sekadar hiburan visual. Ia membawa misi, menghadirkan cerita dan dunia yang menghormati akar budaya, tanpa jatuh pada jebakan stereotip.
Atsu Protagonis Perempuan dengan Jiwa “Onryo”
Berbeda dari Ghost of Tsushima yang mengisahkan perjuangan Jin Sakai, Ghost of Yotei memperkenalkan sosok baru bernama Atsu. Keputusan untuk menghadirkan tokoh utama perempuan bukanlah langkah instan. Menurut Fox dan Jason Connell, keputusan ini diambil karena mereka ingin menghadirkan perspektif cerita yang lebih emosional dan menantang ekspektasi pemain.
Atsu bukan sekadar karakter “pengganti”. Ia dibentuk dari tragedi: keluarganya dibantai, ia hampir mati, namun bangkit kembali dengan tekad membara. Dari pengalaman pahit itu, ia menjelma menjadi sosok yang dikenal sebagai The Onryo terinspirasi dari legenda hantu perempuan Jepang yang menuntut balas dendam.
Julukan ini memberikan dimensi tambahan pada karakter Atsu. Ia bukan hanya pejuang tangguh, tetapi juga simbol keteguhan hati, luka, sekaligus kekuatan batin yang lahir dari penderitaan.
Cerita Balas Dendam yang Lebih Personal
Tema balas dendam memang bukan hal baru dalam dunia game. Namun, Ghost of Yotei mencoba membawanya ke level yang lebih personal. Atsu bukan sekadar berperang melawan musuh-musuh besar, melainkan menghadapi trauma, kehilangan, serta pertarungan batin yang menghantui langkahnya.
Cerita ini akan membawa pemain pada perjalanan menghadapi Yotei Six, kelompok antagonis bertopeng dengan karakter unik mulai dari The Oni yang brutal, The Kitsune yang licik, hingga The Dragon yang misterius. Setiap anggota Yotei Six bukan hanya lawan biasa, melainkan simbol dari rintangan emosional yang harus ditaklukkan Atsu.
Pendekatan ini membuat game terasa lebih naratif, mendalam, dan penuh makna. Pemain diajak tidak hanya bertarung, tetapi juga menyelami luka batin karakter utama.
Gameplay Dunia Terbuka dengan Skala Besar
Dari segi gameplay, Sucker Punch menjanjikan pengalaman yang semakin imersif. Dunia dalam Ghost of Yotei disebut-sebut lebih luas dibanding pendahulunya, dengan map open-world yang digadang sebagai salah satu terbesar buatan studio tersebut.
Pemain bisa bebas menjelajah, menemukan cerita sampingan, serta menikmati lanskap yang kaya budaya. Senjata tradisional khas Jepang seperti kusarigama akan menjadi salah satu pilihan utama, menambah variasi strategi bertarung.
Selain itu, cerita yang non-linear memungkinkan pemain untuk menentukan urutan menghadapi Yotei Six. Hal ini membuat setiap perjalanan terasa unik, sesuai dengan pilihan dan gaya bermain masing-masing.
Jadwal Rilis dan Eksklusivitas
Sony telah mengumumkan bahwa Ghost of Yotei akan dirilis pada 2 Oktober 2025, eksklusif untuk PlayStation 5. Langkah ini tidak hanya memberi kepastian bagi para penggemar, tetapi juga menegaskan bahwa game ini akan memaksimalkan performa konsol generasi terbaru.
Menariknya, pengumuman ini datang tak lama setelah GTA VI mengalami penundaan. Bagi Sucker Punch, kabar ini justru disambut gembira. Dengan tidak adanya benturan jadwal dengan salah satu game paling dinantikan sepanjang masa, Ghost of Yotei berpeluang mendapatkan sorotan penuh dari komunitas gamer global.
Kenapa Ghost of Yotei Layak Ditunggu?
- Kedalaman Budaya – Penelitian mendalam dan konsultasi dengan ahli memastikan representasi yang autentik dan penuh hormat.
- Protagonis Baru yang Ikonik – Atsu sebagai tokoh utama membawa perspektif segar, emosional, dan penuh makna.
- Cerita yang Relevan – Kisah balas dendam dipadukan dengan tema trauma dan perjalanan batin, membuat game lebih dari sekadar aksi.
- Gameplay Luas – Dunia open-world yang besar, sistem non-linear, dan pertarungan variatif menjanjikan kebebasan serta eksplorasi mendalam.
- Waktu Rilis Tepat – Dengan rilis GTA VI yang mundur, Ghost of Yotei berpotensi menjadi bintang utama akhir 2025.
Penutup
Ghost of Yotei bukan sekadar sekuel. Ia hadir sebagai evolusi, membawa cerita yang lebih emosional, karakter yang lebih berani, serta dunia yang dirancang dengan cinta terhadap budaya Jepang. Dari riset budaya yang teliti hingga protagonis perempuan yang membawa perspektif baru, game ini berpotensi menjadi salah satu rilisan paling berkesan di generasi ini.
Tanggal 2 Oktober 2025 akan menjadi momentum penting, bukan hanya bagi penggemar PlayStation, tetapi juga bagi dunia game yang terus berkembang. Jika Ghost of Tsushima adalah awal, maka Ghost of Yotei bisa jadi adalah lompatan besar yang memperkuat posisi Sucker Punch sebagai salah satu developer paling visioner di industri ini.








