• Bandai Namco akhirnya mengumumkan tanggal rilis resmi untuk game yang sangat dinanti-nantikan, yaitu Dragon Ball: Sparking! ZERO. Game ini dijadwalkan rilis global pada 11 Oktober 2025 untuk platform PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Tidak hanya itu, pengembang juga merilis daftar lengkap karakter yang bisa dimainkan, yang mencakup lebih dari 160 karakter dari seluruh timeline Dragon Ball!

    Sebagai penerus spiritual dari seri legendaris Budokai Tenkaichi, Sparking! ZERO menghadirkan pertarungan 3D yang sangat cepat dan eksplosif, dengan animasi sinematik yang setia pada anime aslinya.

    Apa Itu Dragon Ball: Sparking! ZERO?

    Dragon Ball: Sparking! ZERO adalah game fighting arena 3D bergaya anime yang dikembangkan oleh Spike Chunsoft dan diterbitkan oleh Bandai Namco Entertainment. Game ini menghidupkan kembali semangat Budokai Tenkaichi 3, namun dengan engine grafis modern berbasis Unreal Engine 5.

    Fokus utama game ini adalah pertarungan satu lawan satu yang intens dengan transformasi real-time, arena destruktif, dan visual anime ultra-detail.

    Tanggal Rilis dan Versi Game

    Dragon Ball: Sparking! ZERO akan dirilis pada:

    📅 11 Oktober 2025

    💿 Tersedia dalam tiga versi:

    • Standard Edition
    • Deluxe Edition (termasuk Season Pass + karakter bonus)
    • Ultimate Edition (early access 3 hari + soundtrack + skin eksklusif)

    Pre-order saat ini sudah dibuka di Steam, PS Store, dan Xbox Store.

    Daftar Karakter Lengkap: Lebih dari 160 Petarung!

    Bandai Namco telah mengonfirmasi bahwa total ada 164 karakter yang bisa dimainkan, termasuk berbagai variasi transformasi. Berikut adalah highlight-nya:

    Dari Dragon Ball Z:

    • Goku (Base, SSJ, SSJ3, SSJ God, SSJ Blue, UI)
    • Vegeta (Base, SSJ, Majin, SSJ Blue, SSJ4)
    • Gohan (Kid, Teen, Ultimate)
    • Piccolo, Krillin, Trunks, Gotenks
    • Majin Buu, Super Buu, Kid Buu
    • Frieza (1st – Golden)
    • Cell (Perfect), Broly (Z dan Super)

    Dari Dragon Ball Super:

    • Jiren, Hit, Toppo
    • Kefla, Caulifla, Kale
    • Goku Black, Zamasu, Beerus, Whis
    • Moro (DLC Confirmed)
    • Granolah dan Gas (akan hadir sebagai update post-launch)

    Dari Dragon Ball GT:

    • Super Saiyan 4 Goku & Vegeta
    • Omega Shenron
    • Baby Vegeta
    • Pan, Uub

    Dari Movie dan Spesial:

    • Gogeta, Vegito, Janemba
    • Broly (Movie), Cooler, Bojack
    • Super Hero: Gohan Beast & Orange Piccolo
    • Bardock, Turles, Slug

    Karakter akan tersedia sejak awal (beberapa dibuka lewat story mode atau misi), dengan tambahan karakter DLC Season Pass hingga 2026.

    Fitur Unggulan Sparking! ZERO

    1. Destructive Arena

    Arena bisa rusak total ketika terkena serangan energi besar. Gunung bisa hancur, air terbelah, dan pemain bisa dilempar keluar batas arena!

    2. Transformasi Real-Time

    Transformasi seperti Super Saiyan, Golden Form, hingga Ultra Instinct bisa dilakukan langsung di tengah pertarungan tanpa cutscene, memberikan efek perubahan kekuatan dan skill.

    3. Cinematic Combat System

    Setiap clash, dodge, atau ultimate akan memicu animasi sinematik super cepat, menambah kesan seperti menonton anime asli.

    4. Tag Team Mode & Team Battle

    Meskipun game ini fokus 1v1, ada juga mode pertarungan 3v3 seperti di Budokai Tenkaichi 3. Pemain bisa bertukar karakter secara real-time selama pertarungan.

    Story Mode dan Konten Tambahan

    Mode cerita dalam Sparking! ZERO akan mencakup:

    • Saga Z dari Saiyan hingga Buu
    • Dragon Ball Super hingga Turnamen Kekuatan
    • Episode GT dan Movie pilihan
    • Mission Mode dengan skenario original

    Cutscene dalam story menggunakan animasi in-game penuh gaya, dengan voice-over Jepang dan Inggris.

    Spesifikasi Minimum (PC)

    • OS: Windows 10 (64-bit)
    • CPU: Intel i5-9600K / Ryzen 5 3600
    • RAM: 8 GB
    • GPU: GTX 1660 / RX 580
    • Storage: 80 GB

    Untuk resolusi 1080p/60fps, game ini cukup ringan di PC mid-tier.

    Reaksi Komunitas

    Komunitas Dragon Ball menyambut pengumuman ini dengan gegap gempita. Trailer gameplay di YouTube langsung trending global dengan jutaan penonton dalam 24 jam pertama.

    Komentar pemain:
    “Ini Budokai Tenkaichi 4 yang sebenarnya.”
    “Ultimate clash-nya bikin merinding, Goku vs Jiren epic banget!”
    “Saya rela pre-order Ultimate Edition demi Gohan Beast!”

    Forum seperti Reddit dan Twitter dipenuhi diskusi build karakter, spekulasi DLC, dan nostalgia gamer PS2.

    Dragon Ball: Sparking! ZERO hadir sebagai kebangkitan nyata waralaba Budokai Tenkaichi, namun dengan kekuatan teknologi modern. Dengan lebih dari 160 karakter, sistem pertarungan sinematik, dan transformasi real-time, game ini menjadi mimpi yang jadi nyata bagi penggemar anime dan game fighting.

    Jika kamu tumbuh besar bersama Goku, Vegeta, dan kawan-kawan, Sparking! ZERO adalah game wajib yang siap meledakkan konsol dan PC kamu akhir tahun ini.

  • Setelah sekian lama dinanti, Black Myth Wukong, game action-RPG besutan developer Tiongkok Game Science, kembali mencuri perhatian publik lewat perilisan trailer gameplay terbaru. Video berdurasi 4 menit yang dirilis pada 18 Juli 2025 itu menampilkan sejumlah boss fight baru yang terinspirasi langsung dari mitologi klasik Tiongkok, terutama dari kisah legendaris Journey to the West.

    Dengan grafis menakjubkan, aksi yang sinematik, dan atmosfer penuh misteri, trailer ini sekaligus mengonfirmasi bahwa tanggal rilis resmi game adalah 20 Agustus 2025 untuk platform PC, PS5, dan Xbox Series X/S.

    Cerita: Legenda Sun Wukong yang Lebih Gelap

    Black Myth: Wukong mengangkat cerita dari sosok legendaris Sun Wukong (Raja Monyet), namun dengan pendekatan yang lebih gelap dan filosofis. Pemain akan berperan sebagai “The Destined One”, seorang tokoh misterius yang memiliki kekuatan seperti Wukong dan harus menempuh perjalanan spiritual melawan para dewa, iblis, dan makhluk mitologi.

    Alih-alih menjadi game aksi biasa, Black Myth: Wukong menyajikan narasi penuh simbolisme, konflik batin, dan kisah transendensi.

    Fitur Baru dari Trailer Terbaru

    Dalam trailer terbarunya, beberapa fitur dan cuplikan yang mencuri perhatian antara lain:

    1. Boss Fight: Kera Api dari Gunung Merah

    • Sosok kera raksasa berlapis api dan magma
    • Menggunakan jurus pukulan api dan serangan area ledakan lava
    • Memiliki dua fase dengan transformasi visual saat darah di bawah 50%

    2. Boss Fight: Dewi Ular Putih

    • Terinspirasi dari legenda “White Snake”
    • Menggunakan sihir air dan racun
    • Memiliki arena berbentuk danau ilusi dengan efek visual memukau

    3. Transformasi Baru

    • Protagonis dapat berubah menjadi macan putih untuk serangan cepat
    • Mode siluman kabut hitam untuk menghindari detection musuh

    4. Sistem Cuaca dan Waktu

    • Pertarungan akan dipengaruhi oleh kondisi cuaca seperti hujan, kabut, malam hari
    • Efek cuaca memengaruhi visibilitas dan jenis musuh yang muncul

    Gameplay: Soulslike yang Lebih Fleksibel

    Black Myth: Wukong tetap mempertahankan gaya soulslike yang dikenal dengan:

    • Pertarungan menantang
    • Pola musuh kompleks
    • Perlu timing dan kesabaran

    Namun, game ini juga menghadirkan fleksibilitas gaya bertarung melalui:

    • Berbagai jenis senjata (tongkat, tombak, sabit)
    • Sistem skill berbasis mantra Tao
    • Transformasi bentuk untuk taktik tertentu

    Selain itu, AI musuh jauh lebih adaptif, di mana mereka bisa mengecoh pemain dan belajar dari pola pertarungan.

    Visual dan Teknologi Unreal Engine 5

    Black Myth: Wukong dibangun dengan Unreal Engine 5, dan ini terlihat jelas pada detail seperti:

    • Efek partikel api, salju, dan kabut yang realistis
    • Animasi halus untuk tiap gerakan karakter dan musuh
    • Pencahayaan dinamis yang membuat setiap area terasa hidup

    Mode grafis akan tersedia dalam dua pilihan:

    • Performance Mode (60 FPS, resolusi menengah)
    • Cinematic Mode (30 FPS, resolusi ultra dengan ray-tracing aktif)

    Tanggal Rilis dan Pre-Order

    Tanggal Rilis Resmi: 20 Agustus 2025
    💿 Tersedia untuk: PC (Steam & Epic), PS5, Xbox Series
    💰 Harga:

    • Standard Edition: Rp 799.000
    • Deluxe Edition: Rp 1.099.000 (bonus skin + soundtrack)
    • Collector’s Edition (fisik): Rp 2.499.000 (figurine + artbook)

    Pre-order sudah dibuka dan termasuk akses awal 3 hari sebelum rilis.

    Reaksi Komunitas Global

    Komunitas gamer langsung meledak setelah trailer terbaru dirilis. Di YouTube, video tersebut mencapai 8 juta penonton dalam 24 jam, dan menjadi trending di berbagai negara.

    Komentar netizen:
    “Ini bukan sekadar game, ini karya seni.”
    “Soulslike + mitologi Tiongkok = masterpiece!”
    “Wajib punya buat fans Elden Ring dan Ghost of Tsushima.”

    Media internasional seperti IGN, GameSpot, dan Kotaku juga memberikan pujian dan menyebut Black Myth: Wukong sebagai The Next Big Thing from Asia.

    Black Myth: Wukong kini semakin mendekati peluncuran dan menjanjikan pengalaman bermain yang tidak hanya menantang, tapi juga memikat secara visual dan naratif. Dengan boss-boss dari legenda, gameplay fleksibel, serta dunia penuh mitos, game ini akan menjadi salah satu rilisan paling ambisius tahun 2025.

    Jika kamu penggemar genre action-RPG atau pecinta budaya Asia Timur, Black Myth: Wukong adalah game yang harus masuk wishlist kamu sekarang juga!

  • Riot Games akhirnya mengumumkan bahwa Teemo, salah satu champion tertua dan paling ikonik di League of Legends (LoL), akan mendapatkan rework besar-besaran. Kabar ini disampaikan dalam update pengembang bertajuk “Champion Refresh 2025”, yang akan dirilis secara resmi pada patch 14.16 mendatang.

    Sebagai maskot “menggemaskan tapi menyebalkan” dari LoL, Teemo sudah lama menjadi sorotan komunitas baik sebagai hero favorit maupun yang paling dibenci karena jebakan jamur dan playstyle menyebalkan. Kini Riot berupaya menyegarkan gameplay Teemo agar lebih relevan di meta modern, sambil tetap mempertahankan identitas uniknya.

    Mengapa Teemo Di-Rework?

    Sejak debutnya pada tahun 2009, Teemo nyaris tidak pernah mengalami perubahan besar, sementara champion lain terus mendapatkan update mekanik dan visual. Hasilnya, Teemo mulai tertinggal secara fungsi dalam pertandingan kompetitif.

    Komentar tim developer Riot:
    “Teemo adalah salah satu ikon League, tapi dia butuh lebih banyak fleksibilitas dan interaksi strategis di medan perang modern.”

    Rework ini difokuskan pada:

    • Meningkatkan interaktivitas skill
    • Menyesuaikan damage output agar lebih adil
    • Memberikan alat bertahan dan mobilitas tambahan

    Perubahan Skill Teemo (Rework 2025)

    Q – Blinding Dart (Revisi)

    • Sekarang memantul ke musuh terdekat jika target utama mati dalam 2 detik
    • Efek blind tetap sama, namun cooldown diperpendek
    • Tambahan efek slow 20% selama 1,5 detik

    W – Move Quick (Upgrade)

    • Aktif: Teemo mendapat buff kecepatan seperti biasa
    • Tambahan baru: Jika terkena skill musuh saat aktif, kecepatan tidak langsung hilang
    • Pasif baru: Setelah menghindari skill musuh, cooldown W berkurang 2 detik

    E – Guerrilla Warfare (Baru!)

    • Kini menjadi skill aktif (tidak pasif lagi)
    • Teemo bisa menghilang selama 5 detik di semak mana pun (stealth mobile)
    • Keluar dari stealth memberikan damage burst dan slow kepada musuh pertama yang terkena

    R – Noxious Trap (Revamp Besar)

    • Jamur sekarang bisa dilempar lebih jauh (scaling dengan AP)
    • Bisa ditanam di dinding (bounce) dan area tertentu secara kreatif
    • Damage ditingkatkan, tapi musuh dapat menghancurkan jamur dengan sweeping lens dalam 0.5 detik sebelum aktif
    • Tambahan efek: musuh terkena poison DoT yang mengurangi vision range

    Visual & Animasi Baru

    Rework ini juga menghadirkan peningkatan visual untuk Teemo:

    • Model karakter lebih modern, ekspresi wajah lucu dan dinamis
    • Jamur kini menyala dengan efek warna berdasarkan skin
    • Efek skill terlihat lebih “toxic” dan jelas secara visual
    • Recall animation baru: Teemo menanam jamur dan menghilang dalam awan asap

    Dampak ke Meta & Strategi

    Dengan kit baru ini, Teemo kini lebih fleksibel:

    • Bisa dimainkan di top, mid, atau bahkan jungle
    • Lebih efektif dalam pertarungan tim berkat kontrol area dan debuff
    • Build item bisa hybrid antara AP, utility, dan bahkan bruiser

    Build rekomendasi pasca rework:

    • Liandry’s Torment / Nashor’s Tooth
    • Riftmaker (untuk sustain)
    • Zhonya’s Hourglass
    • Demonic Embrace
    • Boots of Swiftness

    Reaksi Komunitas

    Komunitas LoL terbagi antara antusias dan waspada. Banyak pemain Teemo veteran yang menyambut baik perubahan ini karena menambah kompleksitas tanpa kehilangan karakteristik “nakal” dari Teemo.

    Komentar komunitas:
    “Teemo stealth bisa loncat? Gila, ini bakal toxic banget!”
    “Akhirnya dia lebih dari sekadar spam jamur.”
    “Sekarang lawan Teemo harus lebih hati-hati… dia lebih cerdas!”

    Sementara itu, pemain kompetitif juga menilai Teemo akan menjadi pilihan niche yang berbahaya jika dimainkan dengan cerdas, terutama di map pro play dengan banyak semak dan rotasi cepat.

    Kapan Bisa Dicoba?

    Rework Teemo dijadwalkan untuk:

    • PBE Server: 25 Juli 2025
    • Live Server (Patch 14.16): 7 Agustus 2025

    Akan ada event mini bertajuk “Teemo’s Toxic Summer” di client, lengkap dengan misi, ikon, emote, dan skin baru bertema hacker digital bernama “Cyber Teemo”.

    Rework Teemo 2025 adalah langkah cerdas dari Riot Games untuk memperbarui champion klasik menjadi lebih relevan, menyenangkan, dan menantang. Dengan kemampuan stealth aktif, skill memantul, dan perangkap vision-based, Teemo bukan lagi sekadar meme, tapi ancaman strategis sejati.

    Bagi kamu penggemar champion outplay dan gameplay nakal, Teemo versi baru ini wajib dicoba. Tapi hati-hati kamu bisa bikin musuh tilt dalam 10 menit pertama!

  • Sejak pengumuman dan peluncurannya, Wuthering Waves (WuWa) langsung menjadi sorotan utama di dunia game mobile dan PC. Game garapan Kuro Games ini disebut-sebut sebagai penantang serius Genshin Impact, dengan visual menawan, dunia luas penuh misteri, dan sistem pertarungan yang cepat dan memuaskan. Tapi apakah WuWa benar-benar bisa menggeser dominasi Genshin? Mari kita bahas secara mendalam.

    Sekilas tentang Wuthering Waves

    Wuthering Waves adalah game RPG open world action dengan latar pasca-apokaliptik, di mana umat manusia berusaha bangkit setelah dunia dilanda bencana besar bernama “Lament”.

    Kamu berperan sebagai Rover, seorang penyintas dengan kekuatan misterius yang menjelajahi dunia baru bersama berbagai karakter unik. Game ini tersedia di Android, iOS, PC, dan sedang dalam pengembangan untuk konsol.

    Visual dan Atmosfer Dunia

    Dari sisi visual, WuWa mengusung gaya anime semi-realistis yang memadukan efek partikel modern dan pencahayaan dinamis. Dunia WuWa penuh reruntuhan teknologi, flora unik, dan cuaca dinamis.

    Map-nya besar dan berlapis, dengan vertikalitas tinggi. Kamu bisa mendaki gunung, meluncur, dan menggunakan hook untuk mencapai area tinggi mirip tapi lebih kompleks dibanding Genshin Impact.

    Skor Visual: 9.5/10
    Efek animasi skill, sinematik cutscene, dan transisi waktu siang-malam sangat mulus.

    Sistem Pertarungan: Cepat dan Responsif

    Inilah kekuatan utama Wuthering Waves. Sistem pertarungan dibuat realtime dan berbasis aksi (action combat) dengan:

    • Perfect Dodge dan Counter Attack
    • Combo dan Skill Chain antar karakter
    • Animasi serangan yang halus dan cepat
    • Setiap karakter punya gaya bertarung yang benar-benar berbeda

    Kamu bisa membawa tiga karakter dalam satu tim dan melakukan rotasi combo secara real time, menjadikan pertarungan terasa dinamis dan menantang.

    Skor Gameplay: 9/10
    Terasa seperti perpaduan antara Genshin dan Devil May Cry versi ringan.

    Karakter dan Cerita

    Wuthering Waves memiliki deretan karakter dengan desain menawan dan latar cerita yang mendalam. Beberapa karakter favorit pemain saat ini:

    • Yangyang – Support angin dengan kemampuan crowd control
    • Jiyan – DPS fisik berat, cocok untuk pemain agresif
    • Verina – Healer kuat dengan buff serangan area
    • Calcharo – Assassin dengan elemen elektro dan serangan cepat

    Ceritanya sendiri mengangkat tema:

    • Pemulihan peradaban
    • Konflik antar faksi
    • Identitas dan pengorbanan

    Dialog antar karakter terasa lebih dewasa dan emosional dibanding RPG anime lainnya.

    Sistem Progression dan Gacha

    WuWa menggunakan sistem gacha untuk karakter dan senjata, mirip dengan Genshin Impact. Namun:

    • Rate SSR: 0.8% untuk karakter bintang 5
    • Ada sistem pity yang transparan
    • F2P-friendly, kamu bisa mendapatkan 1 karakter bintang 5 gratis dari banner pilihan

    Progression mencakup:

    • Talent tree
    • Echo System (semacam monster soul untuk tambahan skill)
    • Weapon upgrade dan artifact set

    Komunitas dan Update

    Sejak rilis globalnya, komunitas WuWa tumbuh cepat, terutama di Reddit, Discord, dan YouTube. Banyak konten kreator yang mulai aktif membuat tier list, tips build, dan teori lore.

    Developer Kuro Games juga menunjukkan komitmen tinggi dengan roadmap update:

    • Region baru setiap 3–4 bulan
    • Event kolaborasi dengan IP terkenal (rumor: Chainsaw Man)
    • Konten endgame tambahan (Rift Abyss, Domain Elite)

    Kekurangan dan Kritik

    Meski mendapat pujian, WuWa tetap punya beberapa kekurangan:

    • Optimization di HP mid-end masih kurang
    • Beberapa misi terasa repetitif di early game
    • Tidak semua dialog memiliki voice-over
    • Kontrol saat climbing dan hook kadang glitch

    Namun Kuro Games cukup cepat dalam merespons feedback dan memperbaiki bug dalam update mingguan.

    Wuthering Waves vs Genshin Impact

    AspekWuthering WavesGenshin Impact
    CombatLebih cepat dan combo-basedElemental reaction fokus
    AtmosferFuturistik, gelap, apokaliptikFantasi cerah dan klasik
    VertikalitasSangat tinggi, banyak alat bantuCukup tinggi, lebih alami
    Voice & LoreDewasa dan kompleksLebih ringan dan luas
    PlatformHP, PC, dan akan ke konsolHP, PC, PS4/5

    WuWa unggul di sistem pertarungan dan atmosfer, sedangkan Genshin masih unggul dari sisi konten dan komunitas mapan.

    Wuthering Waves adalah salah satu RPG open world terbaik di tahun 2025. Dengan pertarungan cepat, dunia pasca-bencana yang memukau, serta karakter-karakter berkesan, WuWa menjadi pesaing kuat di pasar RPG gacha.

    Meski belum bisa langsung menyalip dominasi Genshin Impact, game ini sudah membuktikan dirinya sebagai alternatif solid bahkan lebih seru dalam beberapa aspek.

    Jika kamu mencari RPG action mobile/PC dengan tantangan lebih tinggi, karakter keren, dan atmosfer yang mendalam, Wuthering Waves adalah jawaban yang layak dicoba.

  • Setelah sempat menghilang dari peredaran pada tahun 2021 karena habisnya lisensi, kolaborasi antara game horor asimetris Dead by Daylight (DbD) dan serial fenomenal Stranger Things akhirnya resmi kembali. Dalam pengumuman mengejutkan dari Behaviour Interactive pada pertengahan Juni 2025, kolaborasi ini tidak hanya membawa kembali konten lama, tapi juga menambahkan karakter baru, termasuk Vecna dan Eleven, serta peta The Upside Down yang diperbarui total.

    Kembalinya Stranger Things ke dunia DbD disambut dengan antusias tinggi oleh komunitas horor dan penggemar serial Netflix ini, terlebih karena timing-nya pas menjelang rilis musim final Stranger Things pada akhir tahun.

    Kembalinya Konten Lama

    Pemain lama pasti masih ingat dengan:

    • Demogorgon sebagai Killer
    • Steve Harrington dan Nancy Wheeler sebagai Survivors
    • Map Hawkins National Laboratory sebagai arena horor yang ikonik

    Konten ini sempat ditarik karena habisnya lisensi kerja sama dengan Netflix. Kini, semuanya kembali tersedia di Bloodweb dan Store dengan tampilan HD yang diperbarui.

    Karakter Baru: Vecna dan Eleven

    1. Vecna (Killer Baru)

    Vecna adalah penjahat utama dalam musim keempat Stranger Things, dan kini hadir sebagai Killer dengan power supernatural bertema psikologis.

    Kemampuan: “Mind Fracture”

    • Vecna dapat menandai Survivor dengan “Curse”.
    • Setelah tiga stack, dia dapat mengaktifkan teleportasi ke lokasi korban.
    • Memiliki skill “Mind Scream” yang menyebabkan Survivor kehilangan kendali sementara.

    Vecna adalah Killer tipe Stealth + Map Pressure, cocok untuk pemain yang menyukai gaya bermain manipulatif.

    2. Eleven (Survivor Baru)

    Sebagai karakter dengan kekuatan psikis, Eleven menjadi Survivor unik dengan Perk-perk yang sangat berguna untuk tim.

    Perk Unik:

    • Psychic Feedback: Setelah terkena hit, Survivor lain dalam radius 20 meter mendapat buff kecepatan selama 5 detik.
    • Telepathic Glance: Bisa melihat aura Killer selama 3 detik setelah menyelesaikan gen.
    • Hope Surge: Meningkatkan progres generator saat satu Survivor gugur.

    Eleven menjadi Survivor yang sangat cocok untuk tim rescue dan gen-rush.

    Peta Baru: The Upside Down (Remastered)

    Behaviour juga mengungkap versi baru dari peta The Upside Down, kini lebih luas dan menyeramkan. Beberapa fitur:

    • Interdimensional Portal: Dapat dipakai Killer untuk berpindah lokasi
    • Lampu kelap-kelip dan efek suara khas dari serial Netflix
    • Area “Hawkins Forest” dan “Creel House” tersedia dalam rotasi map

    Peta ini akan tersedia untuk semua pemain selama periode event kolaborasi berlangsung.

    Event Spesial: “Mind Break”

    Untuk merayakan kembalinya kolaborasi ini, Behaviour menghadirkan event in-game selama 3 minggu, mulai 20 Juni hingga 10 Juli 2025:

    • Daily Mission bertema Stranger Things
    • Skin eksklusif Vecna dan Eleven
    • Charm dan Cosmetic bertema Hawkins
    • Mode limited-time: Mind Loop, di mana skill check menjadi acak dan terbalik

    Event ini juga menghadirkan konten eksklusif bagi pemain yang login selama event berlangsung.

    Reaksi Komunitas

    Kembalinya Stranger Things ke DbD langsung viral di media sosial:

    • “Akhirnya Demogorgon bisa dibeli lagi! Thank you, Behaviour!”
    • “Vecna sebagai Killer adalah mimpi jadi nyata!”
    • “Peta Upside Down barunya keren banget, serem maksimal.”

    Komunitas kreator konten pun kembali aktif dengan teori build terbaik untuk Vecna dan gameplay Eleven.

    Potensi Kolaborasi Masa Depan

    Suksesnya kerja sama ini membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Netflix dan DbD. Beberapa serial yang dirumorkan bisa menyusul:

    • The Witcher: Nightmare of the Wolf
    • Resident Evil: Welcome to Raccoon City
    • Wednesday

    Behaviour sendiri mengatakan bahwa mereka terbuka untuk menghadirkan konten dari serial atau film horor yang sedang tren.

    Kolaborasi antara Dead by Daylight dan Stranger Things kembali bukan hanya untuk nostalgia, tapi juga sebagai konten baru yang memperkaya pengalaman horor multiplayer asimetris. Dengan hadirnya Vecna sebagai Killer, Eleven sebagai Survivor, dan peta Upside Down remastered, game ini kembali menggugah rasa takut dan strategi dalam dunia yang penuh teror supernatural.

    Bagi kamu yang belum sempat mencicipi kolaborasi ini di masa lalu, ini saat terbaik untuk kembali ke DbD dan merasakan kengerian dari Hawkins yang legendaris.

  • Setelah sukses besar dengan Into the Dead dan Into the Dead 2, kini developer PikPok kembali meluncurkan seri terbarunya bertajuk Into the Dead: Underground. Dirilis secara global untuk platform Android, game ini langsung mencuri perhatian berkat peningkatan besar di sisi visual, gameplay, dan sistem progresi. Masih mempertahankan nuansa horor-survival yang intens, seri terbaru ini membawa pemain ke dunia zombie yang lebih gelap, lebih dalam, dan lebih berbahaya dari sebelumnya.

    Dengan konsep FPS on-rails shooter dan elemen roguelite, Into the Dead: Underground memberikan sensasi ketegangan tiada henti yang menguji refleks, strategi, dan keberanianmu melintasi lorong bawah tanah yang dipenuhi gerombolan undead.

    Cerita: Melawan Maut di Dunia Bawah Tanah

    Dalam Into the Dead: Underground, pemain berperan sebagai seorang tentara bayaran yang ditugaskan menyusup ke sistem terowongan rahasia bawah tanah yang penuh misteri. Misi utama adalah menyelamatkan orang-orang yang selamat, mengungkap rahasia eksperimen zombie, dan tentu saja bertahan hidup sejauh mungkin.

    Tidak seperti game pendahulunya yang berlatar di padang terbuka atau kota terbengkalai, kali ini atmosfernya jauh lebih claustrophobic. Pemain harus melewati koridor sempit, ruang laboratorium terbengkalai, dan zona terisolasi, semuanya penuh jebakan dan makhluk mengerikan.

    Fitur Unggulan Into the Dead: Underground

    1. On-Rails FPS Shooter dengan Elemen Roguelite

    Gameplay Into the Dead: Underground masih mengusung konsep on-rails shooter, di mana karakter bergerak otomatis dan pemain mengatur arah tembakan, reload, serta pemilihan senjata. Namun kini ditambah dengan elemen roguelite, di mana tiap percobaan akan menghadirkan jalur, musuh, dan tantangan berbeda.

    Setiap kali mati, pemain akan memulai ulang tetapi membawa sebagian upgrade, membuat progres terasa menantang namun tidak sia-sia.

    2. Variasi Senjata dan Loadout

    Game ini menghadirkan berbagai jenis senjata modern seperti:

    • Shotgun
    • Rifle
    • SMG
    • Senapan sniper
    • Senjata eksperimental seperti flamethrower dan EMP gun

    Setiap senjata memiliki kekuatan dan kelemahan berbeda, dan bisa di-upgrade dengan blueprint dan resource yang ditemukan selama permainan.

    3. Musuh Beragam dan Menakutkan

    Tidak hanya zombie biasa, Underground memperkenalkan varian musuh baru seperti:

    • Crawler: zombie yang merayap dan sulit terlihat
    • Spitter: zombie yang bisa menyemburkan cairan asam
    • Brute: zombie raksasa bersenjata
    • Mutant experimental: musuh boss dengan pola serangan unik

    Setiap jenis musuh menuntut strategi penanganan yang berbeda, dan kamu harus cepat menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.

    4. Upgrade Skill dan Perk

    Selain senjata, pemain juga dapat membuka dan mengatur skill pasif atau perk yang memengaruhi performa di lapangan, seperti:

    • Reload lebih cepat
    • Damage headshot meningkat
    • Tambahan health saat melewati checkpoint
    • Radar deteksi zombie

    Pemilihan skill yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan misi.

    5. Mode Cerita dan Mode Endless

    Game ini memiliki dua mode utama:

    • Story Campaign: mengikuti alur cerita yang terbagi dalam beberapa chapter
    • Endless Run: mode survival tanpa akhir untuk menguji seberapa jauh kamu bisa bertahan

    Keduanya menawarkan tantangan berbeda dan memberikan reward harian serta mingguan.

    Visual dan Atmosfer

    Into the Dead: Underground tampil lebih gelap dan menyeramkan dibanding pendahulunya. Visual efek pencahayaan, tekstur zombie, serta desain lingkungan yang penuh darah dan bayangan menambah nuansa horor sinematik yang imersif.

    Musik latar dan suara ambient seperti jeritan, langkah kaki zombie, dan desingan peluru juga ditangani dengan baik, menciptakan pengalaman bermain yang benar-benar mencekam, terutama jika dimainkan dengan earphone.

    Sistem Monetisasi: Free to Play, tapi Fair?

    Sebagai game gratis dimainkan, Into the Dead: Underground memang menyertakan opsi in-app purchases, seperti:

    • Pembelian senjata premium
    • Unlock chapter lebih cepat
    • Paket upgrade material

    Namun, semua konten bisa diakses secara grind dengan bermain rutin, dan sistem monetisasinya tidak mengganggu alur cerita atau progresi utama poin plus bagi pemain yang tidak ingin mengeluarkan uang.

    Respon Komunitas

    Game ini telah mendapat rating tinggi di Google Play Store sejak dirilis, dengan pujian dari pemain atas:

    • Visual memukau dan atmosfer horor intens
    • Gameplay cepat dan menegangkan
    • Sistem roguelite yang membuat replayability tinggi

    Beberapa catatan minor juga muncul, seperti:

    • Ukuran file yang cukup besar
    • Beberapa bug navigasi di versi awal

    Namun, developer PikPok dikenal responsif dalam memberikan update berkala dan peningkatan performa.

    Into the Dead: Underground membuktikan bahwa genre zombie shooter masih bisa berkembang dengan pendekatan baru. Dengan atmosfer yang intens, gameplay adiktif, dan sentuhan roguelite yang segar, game ini menjadi salah satu rilisan terbaik tahun ini untuk penggemar zombie survival di Android.

    Jika kamu mencari game yang menantang adrenalin dan refleks, Into the Dead: Underground layak menjadi bagian koleksi game Android-mu.

  • Kabar gembira datang bagi para penggemar game retro beat ‘em up! Dotemu dan Lizardcube secara resmi mengumumkan bahwa Streets of Rage 4 akan hadir untuk Nintendo Switch 2, lengkap dengan peningkatan grafis, framerate stabil, dan fitur online co-op baru yang sudah lama dinantikan.

    Pengumuman ini disampaikan pada event Nintendo Direct Juni 2025, yang juga memperkenalkan beberapa game klasik yang dioptimalkan untuk konsol terbaru Nintendo. Kehadiran Streets of Rage 4 di Switch 2 membuktikan bahwa waralaba legendaris ini terus relevan dan dicintai, bahkan oleh generasi gamer baru.

    Tentang Streets of Rage 4: Beat ‘Em Up Klasik Rasa Modern

    Streets of Rage 4 adalah kelanjutan dari trilogi beat ‘em up klasik era SEGA Genesis. Game ini pertama kali dirilis pada tahun 2020, dan berhasil menghidupkan kembali kejayaan genre side-scrolling action dengan visual hand-drawn 2D yang memukau serta gameplay yang padat aksi.

    Pemain kembali mengendalikan karakter-karakter legendaris seperti:

    • Axel Stone
    • Blaze Fielding
    • Cherry Hunter
    • Floyd Iraia

    Game ini mendapatkan pujian kritis berkat kombinasi nostalgia dan modernitas, serta dukungan konten pasca rilis yang konsisten.

    Apa yang Baru di Versi Nintendo Switch 2?

    Versi Switch 2 dari Streets of Rage 4 bukan sekadar port biasa. Berikut beberapa fitur utama yang dikonfirmasi:

    1. Framerate dan Resolusi Lebih Tinggi

    • Game berjalan di 60 FPS stabil dalam mode handheld dan dock.
    • Mendukung resolusi 4K saat dimainkan di TV 4K melalui docking Switch 2.

    2. Online Co-op Mode (Up to 4 Players)

    • Fitur baru yang memungkinkan pemain untuk bermain online bersama hingga 4 orang dari seluruh dunia.
    • Tersedia mode matchmaking dan private room.

    3. Voice Chat dan Sticker Emote

    • Komunikasi antar pemain kini didukung voice chat langsung di dalam game.
    • Bisa menggunakan emote lucu berbentuk stiker karakter klasik seperti Adam dan Max.

    4. New Challenge Mode: “Endless Streets”

    • Mode baru ini menggabungkan elemen rogue-lite, di mana pemain bertarung melawan gelombang musuh yang semakin sulit tanpa batas.
    • Setiap ronde akan memberi upgrade acak seperti health regen, damage bonus, atau efek unik.

    Peningkatan Kualitas Audio dan Visual

    Streets of Rage 4 di Switch 2 mendapatkan peningkatan kualitas audio dan visual:

    • Soundtrack remaster oleh Olivier Derivière, kini tersedia dalam kualitas audio lossless.
    • Efek suara pukulan dan ledakan lebih tajam berkat dukungan sistem audio 3D Switch 2.
    • Dukungan vibrasi HD yang disesuaikan dengan ritme pukulan, memberikan feedback yang lebih imersif.

    Tanggapan Komunitas dan Media

    Reaksi dari komunitas gamer sangat positif. Banyak yang merasa kehadiran Streets of Rage 4 di Switch 2 adalah langkah tepat karena platform ini dikenal dengan dukungan kuat terhadap game retro dan indie.

    “Co-op online dengan 4 orang? Ini yang kami tunggu sejak lama!”
    “Perfect untuk Switch 2. Saya siap bernostalgia sambil hajar musuh bareng teman!”
    “Endless Streets mode akan bikin replay value makin tinggi.”

    Tanggal Rilis dan Harga

    Dotemu mengumumkan bahwa Streets of Rage 4 versi Nintendo Switch 2 akan dirilis pada:

    🗓️ Tanggal: 9 Agustus 2025
    💰 Harga:

    • Digital Standard Edition: Rp 329.000
    • Physical Collector’s Edition: Rp 749.000 (bonus: artbook mini, stiker, poster, dan CD soundtrack)

    Versi ini akan tersedia melalui Nintendo eShop dan toko-toko ritel resmi di seluruh dunia.

    Kehadiran Streets of Rage 4 di Nintendo Switch 2 memperlihatkan bahwa kombinasi antara gaya klasik dan fitur modern masih sangat diminati. Dengan online co-op hingga 4 pemain, grafis yang ditingkatkan, dan mode baru yang menantang, game ini siap menjadi salah satu judul beat ‘em up terbaik yang bisa kamu mainkan bersama teman-teman di mana pun dan kapan pun.

    Apakah kamu siap mengembalikan kedamaian ke jalanan kota Wood Oak sekali lagi?

  • Setelah kesuksesan ekspansi Phantom Liberty di tahun 2023, CD Projekt Red kembali mengguncang dunia game dengan merilis ekspansi terbaru bertajuk Cyberpunk 2077: System Collapse. Ekspansi ini diumumkan secara mengejutkan di acara Summer Game Fest 2025, dan langsung menjadi trending topic global.

    System Collapse disebut-sebut sebagai penutup resmi kisah V dan Johnny Silverhand, sekaligus konten terakhir yang akan hadir untuk Cyberpunk 2077 sebelum CD Projekt Red sepenuhnya beralih ke pengembangan Cyberpunk 2 (dengan nama kode Project Orion).

    Kisah Baru: Night City dalam Kekacauan Total

    System Collapse membawa pemain kembali ke Night City, namun kali ini dalam suasana yang jauh lebih kelam dan berbahaya. Kota futuristik ini berada di ambang kehancuran total setelah serangkaian konflik korporat, perang gang, dan kerusuhan massal.

    V kembali beraksi, namun kini harus menghadapi pilihan terakhir yang akan menentukan nasib kota dan dirinya sendiri.

    Fitur cerita utama:

    • Plot non-linear dengan 5 ending berbeda berdasarkan keputusan pemain.
    • Fokus pada konflik internal antara faksi-faksi besar, seperti Arasaka, Militech, dan NetWatch.
    • Kembalinya karakter penting seperti Panam Palmer, Judy Alvarez, dan Goro Takemura.
    • Pertarungan final antara idealisme dan kekuasaan teknologi.

    Fitur Utama Ekspansi System Collapse

    1. Zona Baru: “The Wastes”
      • Wilayah kumuh di pinggiran Night City yang menjadi pusat konflik baru.
      • Lingkungan penuh reruntuhan, penjara bawah tanah, dan teknologi rusak.
    2. Senjata & Modifikasi Baru
      • 15 senjata eksklusif, termasuk shotgun plasma dan katana biokinetik.
      • Implant baru seperti “Cortex Overdrive” dan “Neural Ghost Hack”.
    3. Sistem Reputasi Faksi
      • Pemain bisa membangun atau menghancurkan hubungan dengan berbagai faksi.
      • Mempengaruhi jalur cerita, ketersediaan misi, dan ending.
    4. Musik & Soundtrack Orisinal
      • CD Projekt Red menggandeng musisi baru dan lama, termasuk kembalinya Refused sebagai Samurai.
      • Lagu tema utama: “Fade Into Neon” menjadi favorit komunitas.

    Performa dan Perbaikan Teknis

    System Collapse hanya tersedia untuk PC, PS5, dan Xbox Series X/S, mengikuti langkah Phantom Liberty yang meninggalkan platform old-gen.

    Pengembang menyematkan banyak peningkatan teknis:

    • Performa lebih stabil di semua platform, termasuk ray tracing ultra di PC.
    • AI musuh ditingkatkan, membuat pertempuran lebih menantang dan dinamis.
    • Waktu loading lebih cepat dan UI lebih intuitif.

    Respons Pemain dan Komunitas

    Sejak perilisan pada 11 Juni 2025, ekspansi ini mendapat sambutan hangat dari komunitas gamer dan kritikus. Di Steam, System Collapse mendapat rating Overwhelmingly Positive hanya dalam 48 jam.

    Komentar pemain:

    “Inilah penutup yang pantas buat kisah V. Menyentuh dan memukau secara visual.”
    “Setiap ending punya bobot emosional. Aku butuh waktu beberapa hari buat move on.”
    “Cyberpunk akhirnya menebus semua dosanya di awal rilis dulu.”

    YouTube dan Twitch ramai dengan konten walkthrough, reaksi ending, dan teori fan mengenai masa depan Night City.

    Harga dan Bonus

    Ekspansi ini dibanderol seharga:

    • Rp 399.000 (Digital)
    • Rp 599.000 (Collector’s Edition – termasuk artbook dan mini figure Johnny Silverhand)

    CDPR juga menyediakan paket Cyberpunk 2077 Ultimate Edition, yang mencakup game utama + Phantom Liberty + System Collapse dengan harga spesial.

    Cyberpunk 2 di Horizon

    System Collapse disebut sebagai “jembatan naratif” menuju Cyberpunk 2, yang kini dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Dalam ending tertentu, pemain akan menemukan petunjuk misterius tentang masa depan dunia Cyberpunk, yang membuka banyak spekulasi di komunitas.

    Cyberpunk 2077: System Collapse bukan hanya ekspansi biasa—ia adalah penutup emosional dan megah untuk salah satu game paling kontroversial sekaligus ikonik dalam dekade terakhir. Dengan cerita yang mendalam, gameplay yang lebih matang, dan eksekusi teknis yang solid, System Collapse memperlihatkan bagaimana CD Projekt Red benar-benar menebus kesalahan masa lalu.

    Bagi kamu yang pernah kecewa dengan awal rilis Cyberpunk 2077, ekspansi ini adalah alasan terbaik untuk kembali ke Night City. Dan bagi penggemar setia? Ini adalah perpisahan yang manis dan pahit.

  • Studio MoreFun dari Tencent Games akhirnya mengumumkan bahwa game Arena Breakout: Infinite akan segera memasuki tahap beta global pada akhir Juni 2025. Game ini merupakan versi lanjutan dan lebih ambisius dari versi mobile-nya, kini hadir dengan grafis konsol dan fitur-fitur canggih untuk platform PC dan konsol next-gen.

    Dikenal sebagai pesaing serius dari game survival hardcore seperti Escape from Tarkov, Arena Breakout: Infinite menawarkan gameplay extraction shooter yang mengandalkan strategi, pengelolaan sumber daya, dan refleks cepat dalam situasi taktis penuh tekanan.

    Apa Itu Arena Breakout: Infinite?

    Arena Breakout: Infinite adalah game first-person tactical extraction shooter (TES), di mana pemain masuk ke medan pertempuran untuk menjarah, bertahan, dan melarikan diri hidup-hidup. Konsepnya mirip seperti Escape from Tarkov atau Hunt: Showdown, di mana keberhasilan bukan hanya tentang membunuh musuh, tetapi juga keluar dengan barang rampasan bernilai tinggi.

    Game ini memiliki fitur unggulan seperti:

    • Loot Realistis: Semua perlengkapan yang kamu bawa dan ambil di medan perang bisa hilang jika kamu mati.
    • Simulasi Senjata Canggih: Senjata bisa dikustomisasi hingga ke bagian terkecil, seperti trigger, barrel, scope, dan grip.
    • Sistem Kesehatan Kompleks: Pemain bisa mengalami cedera di bagian tubuh tertentu, seperti kaki pincang, perdarahan, atau gegar otak.

    Perbedaan dari Versi Mobile

    Berbeda dengan versi mobile Arena Breakout yang lebih casual, Arena Breakout: Infinite dibangun dari awal untuk memberikan pengalaman hardcore shooter di PC. Beberapa hal yang membedakan:

    • Grafis Ultra Realistis dengan dukungan Ray Tracing dan DLSS di PC.
    • Audio 3D Directional untuk deteksi suara langkah dan tembakan secara presisi.
    • Fitur Kustomisasi Senjata 1:1 mirip game militer simulasi.
    • Server Dedicated untuk Global PvP, termasuk matchmaking skill-based.

    Menurut Tencent, versi ini akan lebih mendekati simulator militer taktis, bukan sekadar shooter biasa.

    Beta Global Dimulai Juni 2025

    Beta global Arena Breakout: Infinite akan dimulai pada tanggal 27 Juni 2025, dan dibuka secara terbatas untuk pemain dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia Tenggara. Pemain bisa mendaftar melalui situs resmi dan akan mendapatkan notifikasi jika terpilih.

    Beta ini akan menyertakan:

    • 3 Peta Ekstraksi: Termasuk hutan belantara, pabrik terbengkalai, dan kota terbengkalai.
    • 7 Tipe Senjata dan lebih dari 50 komponen senjata yang dapat dikustomisasi.
    • Ekonomi Loot & Black Market: Pemain bisa menjual hasil rampasan atau membeli dari pemain lain.
    • Sistem Anti-Cheat Baru: Untuk mencegah curang sejak tahap awal.

    Komunitas Hardcore Antusias

    Komunitas game extraction shooter memberikan sambutan hangat terhadap pengumuman ini. Banyak pemain Escape from Tarkov yang merasa tertarik mencoba alternatif baru dengan sistem server lebih stabil dan grafis lebih modern.

    YouTuber FPS terkenal, Shroud, bahkan menyebut:

    “Kalau Tencent bisa mengeksekusi Arena Breakout: Infinite sebaik yang mereka janjiin, ini bisa jadi kompetitor paling serius buat Tarkov.”

    Reddit dan Discord komunitas Arena Breakout pun kini penuh dengan diskusi strategi, tips loot terbaik, dan prediksi meta game dari gameplay yang telah dibocorkan di trailer resmi.

    Potensi eSports dan Dukungan Komunitas

    Tencent dikabarkan juga sedang mengembangkan mode turnamen untuk Arena Breakout: Infinite, membuka peluang besar di dunia eSports. Dengan sistem spectate dan replay built-in, turnamen survival antara tim bisa menjadi tontonan seru layaknya battle royale taktis.

    Dukungan komunitas juga dijanjikan akan kuat, termasuk:

    • Editor Modifikasi Peta (di versi mendatang)
    • Integrasi Twitch dan YouTube langsung
    • Mode Solo, Duo, dan Squad

    Kapan Rilis Penuh?

    Walau belum ada tanggal resmi, Tencent menyatakan bahwa versi final Arena Breakout: Infinite ditargetkan rilis pada kuartal 4 tahun 2025. Mereka ingin memastikan balancing, stabilitas server, dan keamanan anti-cheat siap sebelum peluncuran global.

    Arena Breakout: Infinite tampaknya bukan sekadar spin-off dari versi mobile. Ia tampil sebagai penantang serius dalam genre tactical extraction shooter, dengan fitur-fitur canggih yang bisa menarik perhatian para veteran game FPS hardcore. Mode beta globalnya yang dimulai akhir Juni akan menjadi langkah penting dalam membuktikan seberapa solid dan menjanjikan game ini ke depannya.

    Jika kamu penggemar game seperti Escape from Tarkov, PUBG dengan mode loot intens, atau sekadar pencari tantangan realistis, Arena Breakout: Infinite bisa menjadi pengalaman baru yang wajib dicoba.

  • Setelah masa penantian yang cukup panjang dan berbagai uji coba regional, Riot Games akhirnya merilis Valorant Mobile secara global pada 13 Juni 2025. Game FPS taktis yang sebelumnya hanya tersedia di PC ini kini bisa dimainkan di platform mobile untuk Android dan iOS. Peluncuran ini menjadi langkah besar Riot dalam memperluas ekosistem kompetitif mereka dan menantang dominasi game FPS mobile seperti Call of Duty: Mobile dan PUBG Mobile.

    Tapi pertanyaannya, apakah Valorant Mobile mampu menghadirkan pengalaman yang sama solid dan kompetitif seperti versi PC-nya?

    Adaptasi Gameplay ke Mobile

    Valorant Mobile tetap mempertahankan inti gameplay yang menjadikannya populer: tim 5v5, peran agent dengan skill unik, serta mode defusal berbasis ronde seperti Search and Destroy. Namun, ada sejumlah penyesuaian penting agar cocok dimainkan di layar sentuh:

    • Kontrol Sentuh Presisi: Riot memperkenalkan dua mode control Classic dan Pro. Classic cocok untuk pemula, sementara Pro memberikan kebebasan kustomisasi penuh, mirip kontrol CoD Mobile.
    • Auto-Aim Assist Ringan: Untuk menjaga pengalaman kompetitif, Valorant Mobile hanya memberikan bantuan aim minimal, dan fitur ini bisa dimatikan di ranked match.
    • Movement Optimization: Fitur “auto-run” dan “slide peek” disesuaikan agar karakter dapat dikendalikan lincah tanpa joystick fisik.
    • Interface Skill Dinamis: UI skill agent kini terintegrasi di sisi kanan layar dengan gesture swipe, memungkinkan penggunaan cepat tanpa menutupi pandangan.

    Agent dan Map yang Tersedia

    Pada peluncuran awal, Valorant Mobile hadir dengan 10 agent, termasuk:

    • Jett
    • Phoenix
    • Sage
    • Omen
    • Reyna
    • Breach
    • Killjoy
    • Skye
    • Brimstone
    • Raze

    Riot mengonfirmasi bahwa agent-agent lainnya akan dirilis secara bertahap dalam update bulanan.

    Sementara itu, empat map klasik langsung tersedia:

    1. Bind
    2. Haven
    3. Ascent
    4. Split

    Dengan grafis disesuaikan namun tetap mempertahankan gaya seni khas Valorant, map mobile ini tetap menghadirkan pengalaman familiar bagi veteran PC.

    Mode Permainan: Casual Hingga Ranked

    Valorant Mobile menawarkan beberapa mode permainan:

    • Unrated Match: Mode klasik tanpa peringkat, cocok untuk latihan.
    • Spike Rush: Mode cepat dengan durasi 8–10 menit.
    • Ranked Match: Dimulai setelah pemain mencapai level 10. Sistem ranking mirip PC, mulai dari Iron hingga Radiant.
    • Deathmatch & Custom Room: Untuk latihan aim dan komunitas.

    Menariknya, Riot juga mengisyaratkan mode “Arcade Mode” eksklusif mobile akan segera hadir, di mana pemain bisa memainkan Valorant dalam gaya gameplay seperti battle royale mini atau agent roulette.

    Fitur Tambahan yang Dihadirkan

    Untuk memastikan kelancaran dan pengalaman bermain yang seimbang di perangkat seluler, Valorant Mobile menghadirkan:

    • Anticheat Vanguard versi ringan yang bekerja secara background tanpa membebani RAM.
    • Sistem Matchmaking Regional dengan server SEA (Singapura), KR, JP, EU, NA, SA, dan India.
    • Cross Progression: Walau tidak mendukung cross-play, pemain tetap bisa menggunakan akun Riot mereka untuk menyimpan skin dan progression.
    • Event Mobile Eksklusif: Termasuk agent skin dan battle pass dengan tema khusus versi mobile.

    Komunitas Menyambut Positif, Pro Player Bereaksi

    Reaksi komunitas terhadap perilisan global ini sangat positif. Di hari pertama, Valorant Mobile menempati posisi #1 di App Store dan Google Play di lebih dari 40 negara, termasuk Indonesia.

    Beberapa komentar dari tokoh eSports:

    • TenZ (pro player Sentinels): “Valorant Mobile has serious potential. Riot nailed the core feel.”
    • Frostmisty (Caster VCT ID): “Kalau ini digarap serius di SEA, turnamen Valorant Mobile bakal gede banget.”

    Streamer seperti Bangpen dan Jess No Limit juga ikut mencoba game ini dan memuji kualitas grafis serta keseimbangan gameplay-nya.

    Potensi eSports dan Turnamen

    Riot sudah mengonfirmasi akan mengadakan Valorant Mobile Invitational pertama di Tiongkok pada Agustus 2025, dengan prize pool sebesar $200.000 USD. Beberapa tim eSports besar seperti DRX, Paper Rex, dan Talon Esports telah membentuk divisi Valorant Mobile dan sedang membuka open recruitment.

    SEA diprediksi akan menjadi kawasan panas untuk kompetisi mobile ini, mengingat dominasi dan budaya mobile gaming yang sangat kuat.

    Valorant Mobile bukan sekadar adaptasi, tetapi reimajinasi dari versi PC yang dirancang khusus untuk platform mobile. Dengan gameplay yang tetap kompetitif, kontrol yang presisi, dan dukungan Riot yang solid, game ini sangat berpotensi mengubah peta game FPS mobile global.

    Apakah Valorant Mobile akan bisa menyusul atau bahkan melampaui dominasi Free Fire dan CoD Mobile? Waktulah yang akan menjawab, tapi jelas: kompetisi sudah dimulai.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai